Cinta tak akan hanis di ceritakan. Ironinya mengapa wanita mencintai orang yang menyakitinya dan lelaki sering melukai orang yang mencintainya. Dulu aku pernah membaca artikel itu ketika aku menderita kegalauan yang memuncak. Dari pak mario teguh. Itupun kulihat di instagram atau jejaring sosial.
Aku sudah rela melepasmu. Tapi tadi siang wajahmu sepertinya layu dan butuh hiburan. Wajahmu sepertinya butuh sentuhan motivasi. Ingin aku menyapamu tapi aku tahu itu rasanya sangat susah. Entah kenapa sejak aku memberikan saran padamu "makanya jangan sering merokok. Nanti batuk"
Dan kau membalas hanya tersenyum. Itu bertanda kau tak jngin melanjutkan perbincangan ini.
Tapi aku sedikit lega walaupun kau tak menjawab pernyataanku seminggu setelah itu aku tak melihatmu lagi memegang tembakau itu. Entah kau mungkin sudah tahu bahayapadamu entah batukmu yang tak kunjung sembuh.
Tapi ku rasa aku telah memberikan kebaikan kepada orang terserah pada orang tersebut mengangapku ada atau tidak.
Wajahmu tadi siang sepertinya ada beban yang menyelimuti pikirannmu. Rasanya aku iba melihatmu seperti itu. Yah dari dlu aku sering iba melihat orang entah kenapa, akupun tak tahu itu.
Ingin rasanya aku mencoba meringankan beban pikirmu tapi mungkin doa saja sudah cukup untukmu.
Hmm semakin lama aku membahasmu. Napasku semakin sesak ada gejolak lain dalam hatiku.
Tapi, dalam kebisuan malam ku sampaikan padamu semoga engkau akan sehat-sehat saja walaupun kita tak bersama semoga yang terbaik akan selalu ada.
Tapi ingtlah ketika lukaku sembuh olehmu mungkin aku kan bersiap untuk lelaki selain kau.
Tunggulah sebentar lagi. Aku tak ingin buru-buru mengambil keputusan untuk pacran dengan orang lain karna cinta itu butug proses yang membuat nyaman bukan bati dari langit.
Aku bukan tipe orang yang cepat untuk jatuh cinta karena menurutku cinta itu tak bisa hanya sebentar kau rasakan tapi butuh masa yang teesirat untuk mengenal lelaki.
Bahkan jika nanti aku menjadi seorang penulis aku harus mengungap kisah kita mungkin setiap mengores namamu di karyaku aku harus sering menghirup napas panjang agar kisah yang bahagia dulu tak bercampur dengan kisah duka yang kau goreskan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar