Selasa, 20 Agustus 2019

Hey,, kamu

Hey,, kau lagi apa?
Adakah sesuatu yang sedang kau pikirkan?
Apakah kau seperti aku?
Setiap waktu memikirkanmu
Kau seperti ganja
Membuatku ketagihan dekat deganmu,

Cinta itu hebat, bisa menciptakan permata d lumpur yang keruh
Cinta itu hebat, di saat terpuruk bagaikan morfin,
Cinta itu hebat, tetibanya aku merasa bahagia,
Tapi itu hanya zat aktifnya masih hidup

Goresan hati

Rindu terlalu sempit
Dan dia terlalu jauh
Cinta itu masih membekas
Walau ku coba tuk lupakanmu
Ingin ku goreskan tinta untukmu
Tapi tangan ini enggan menyapamu
Aku tahu hatiku tak ingin bersatu dengan otakku
Aku berusaha lupakanmu tapi itu keliru
Sama saja aku mengigatmu

Aku tahu itu tak akan mungkin
Tapi apakah aku salah menghrap dalam diam
Mengagumimu dalam diam mungkin akan terasa asing
Tapi itu yang ku bisa lakukan

Kau dan dia tertawa bersama,
Menaugi hari berdua, sedangkan aku,,,
Merenungkan engkau,,

Pikirku bergejolak, bodoh sekali engkau,
Hatiku pun meronta, ini cinta ,, kau tak kan tahu itu
"Bukannya sudah ku bilang dari dulu padamu, jangan kau terlalu cinta, sewajarnya saja"
"Kau hanya bisa berteori sobat, tapi kau tak merssakan ini"
Pikirku dan hatiku berkecamuk, mereka bertikai

"Hey,, hati yang terluka, bagaimana aku mampu mengobati engkau,, sudahlah, ikklaskan"
"Mungkin hanya waktu yang bisa mengikis lara"


Selasa, 16 Juli 2019

METAFORGANA CINTA

 Ingin ku buat sajak untukmu tapi pikirku terlalu kaku
Ingin ku buat cerita indah untuk mu tapi tangganku terlalu kecut
Ingin ku katakan cerita cinta padamu tapi mulutku terkunci ketika dekatmu?
Jangan salahkan dirimu, yang tak bisa membuatku mendayu-dayu dalam alunan cinta ini.
Jangan salahkan dirium, jika aku bukan romantis yang kau pikirkan.
Hanya saja aku terlalu depresi dengan semua ini, tak lagi ada kata tuk melukiskan ini

Katamu ungkapkan saja depresi ini, tapi aku tak bisa.
Bahkan pohon kecil ini tak sanggup melihatku lagi,
Dia terlalu rapuh untuk itu
Bahkan rumput di ilalang sana juta tak sanggup akan melihat parasku.

Ah sudahlah, tak usah ku lanjutkan lagi, mungkin ini hanya metaforgana cinta.

Senin, 06 Februari 2017

Aku jatuh cinta kembali

Aku jatuh cinta kembali. Setelah lebih dari enam bulan aku memilih untuk sendiri. Entah kenapa aku nyaman di dekatnya. Tak ada kata lain nyaman. Dia bisa membawaku ke zona nyaman. Baru dua hari kami bertemu dan kau tahu aku merasa sudah lama mengenalnya dalam hidupku.

Tampangnya pun biasa tapi ada sesuatu yang berbeda darinya dari pada orang lain. Aku ingin bersamanya yah aku ingin bersamanya. Tak ku pungkiri itu. Kau tahu semakin lama aku tak berjumpa dengannya aku bagaikan orang gila yang tak bisa di bius dengan obat.

Cinta membuatku seperti kehilangan akal sehat. Yang ada di pikirku aku ingin bertemu denggannya ketika dekatnya aku bagaikan kehilangan oksigen. Apa ini? Zat kimia apa yang ada dalam tubuhku. Tidak ini tak bisa terjadi ucap pikirku. Tapi hatiku tak mau berkompromi kembali.

Selasa, 08 November 2016

Hujan

Hujan mulai mereda
Sayap-sayup terdengar rintihan atap kamarku mulai mereda oleh rintik hujan
Hujan mengigatkan aku tentang kenangan
Kenangan kau dan aku
Kenangan kita berdua yang dulu terasa indah
Tapi entah mengapa sekarNg bak duri dalam sekam
KenAngan indahku banyak bersamamu
Tapi mengapa luka yang satu ini tak bisa ku hilangkan
Bukan kamu yang salah, atau pun aku yang salah
Tapi,,,, mungkin
Terlalu berharap kita bisa menua bersama
Berkeluh kesah bersama dan nantinya akan ada bayi-bayi mungil yang ada di rumah kita
Tapi itu sudah semua harus ku simpan dengan baik pada buku itu
Dan tak perlu membukanya lagi,
Semoga angin dapat membawa hujan beranjak dari kamarku
Aku tak sanggup hujan berlama-lama menerpa kaca kamarku
Semakin ku lihat hujan
Wajahmu yang jauh semakin dekat,,


Silahkan koment dan jika ada saran aku menunggu saranmu sobat. Menulis adalah hobiku semoga kau senang membaca tulisanku dan mohon di rekomendasikan ke teman- temanmu

Selasa, 01 November 2016

Untukmu sipengisi hati

Diamku bukan berarti tak ingin menyapa. Cuekku bukan berarti aku benci. Aku hanya tak ingin kita berkelahi hebat lagi.

Biarlah aku diam sampai mungkin hatimu reda dengan yang terjadi.

Aku hanya ingin menjalin silaturrahmi. Aku hanya tak ingin membuat luka di dada karena dulu kita pernah saling mencinta.

Aku sudah mengikhlaskan engkau yang dulu kekasihku. Kau memutuskan sama siapa itu terserah padamu. Karena yang punya jiwa adalah engkau.

Jangan kau cemaskan aku. Bukannya aku tak ingin mencari penganti tapi aku hanya ingin menata hatiku dulu. Memantaskan diriku dulu untuk orang yang pantas juga. Karena cinta itu butuh proses untuk menyingahi hati bukan laksana batu yang turun dari langit.

Mungkin cintamu sudah mengebu padanya karena kau sering mengupdate dia di jejaring sosialmu.  Semoga dia tak hanya jadi pelarian saja olehmu. Jika kau tak bisa untuk berkomitmen ku sarankan kau tuk menata hidup dan hatimu. Cukup diriku saja yang merasakannya.

Tak apa akupun tak ingin merusak hubungamu dengan yang baru. Dan aku tak ada juga ada niat untuk merusak kalian. Karena itu bukan tipeku.

Aku yakin pada yang maha kuasa karena sekuat apapun aku mempertahankanmu jika kau bukan jodoh kau tak akan untukku.

Dan aku yakin Allah telah mempersiapkan jodoh untukku. Mungkin hari ini belum saatnya tapi aku akan tetap bersabar sampai wAktu itu datang.

Walaupun cinta kita mengoreskan luka tapi tak apa aku pernah merasakan cinta bersamamu. Dan aku pernah di hatimu dan sebaliknya.

Dan aku sekarang sadar ada ketika kita meninggalkan dan ada kalanya kita meninggalkan. Itulah cinta, tak tahu akhir seperti apa.

Dan sekarang aku mengharap akan ada lelaki yang bersedia menerima egoku segala kekuranganku. Karena yang aku butuhkan adalah pemimpin rumah tangga.

Semenjak kepergian dirimu, aku memang sendiri dan bisa berjalan sendiri dan hidup akan berjalan terus. Tapi ada satu sisi yang kosong ketika aku semdiri. Mungkin posisi itu belum di gantikan oleh orang yang baru. Sisi itu adalah hati. Hatiku telah kau bawa jauh bersamamu. Dan mungkin lambat laun hati itu akan memudar dan tak ada lahi.

Untukmu yang pernah mengisi hatiku terima kasih karena kau telah mengajarkanku tentang kesabaran, kesedihan bahkan rasa sayang dan takut kehilangan. Dan aku sadar hanya kepada Tuhan pencipta alam lah aku berharap bukan kepadamu yang hanya manusia biasa. Karena Tuhanlah pembolah. Balik hati manusia.

Selasa, 13 September 2016

Sepi masih teman terbaikku

Ku pikir cinta bisa dikendalikan oleh otakku. Sudah tiga bulan aku berpisah dengannya. Tapi bayangan dirinya di hatiku masih terlihat jelas. Raut wajahnya, senyumnya, tawanya saat dia senag, dan bola matanya ketika sedih.

Aku tak ingin membuatnya menangis, tapi ketika dia meneteskan air mata untukku yang ku tahu dia tulus mencintaiku. Tapi sepertinya air mata yang ia keluarkan dulu hanya kenangan. Dirinya berunah 180 derajat. Dia seperti tak kenal denganku. Bahkan menyapakupun tidak. Aku tak tahu apa salahku padanya. Bahkan aku tak ingin menyimpan dendam untuknya. Karena aku tak mau menyakiti hatiku.

Hatiku sabarlah kau kawan, kelak ada yang lebih baik yang akan sabar menghadapimu dan akan setia di sampingmu sampai akhir hayat nanti. Jangan engkau bersedih janji Tuhan itu ada. Setiap kesulitan akan ada kemudahan. Dan orang yang baik akan mendapatkan yang terbaik. Perbaiki saja dirimu dulu kelak Allah akan memperbaiki jodohmu.

Tiga bulan ini aku kesendirian dan kesepian adalah teman terbaikku. Tapi aku sudah mulai ikhlas melepasnya ketika kami satu bulan berlakhir dulu. Mungkin dia lebih bahagia jika aku tak di sampingnya. Dan aku akan bahagia juga jika dia bahagia.

Pertamanya aku seakan taknpercaya ini terjadi padaku teman. Semua terjadi dalam tempo secepat-cepatnya. Tapi Tuhan lebih tahu yang terbaik untuk kami.

Cinta, cinta itu perlahan masuk ke hati dan ketika hati sudah merasa nyaman dan hati sudah merindu di setiap detik olahan napas di situ lah aku rasa kembang kempis kekuragan oksigen di dadaku daat bertemu dia.

Aku berada di ruabg yang sesak ketika bertemu dengannya. Itu lah cinta, cinta yang dari hati. Tapi jika dia mencintai tak dari hati beberapa detikpun dia akan mudah melupakannmu.

Aku sebenarny binggu apa yang menjadi keretakan sebuah hubungan kita. Apakah ketidak nyamanan saja menjadi tolak ukur? Bagaimana dengan aku? Tak kau berpikir dengan aku? Apakah kau hanya memikirkan hatimu?

Sebulan berpisah kau sudah membuat status yang menjadikan dirimu romantis buat orang lain. Yang dulu posisi itu adalah aku. Jika kau ingin share wanita itu adalah kekasihmu silahkan dan kau ingin jadi pasangan romantis dengannya silahkan aku tak melarang. Dan aku juga bukan siapa-siapa dirimu lagi.

Aku tak mengutuk dirimu aku jug la sudah memafkan diriku. Mungkin hanya diriku sepi saja sejak engkau tak ada. Tapi yakinlah, waktu akan mengobati semua. Silahkan kau dengan cinta barumu jika memang kau ingin mencati cinta baru untuk hatimu. Dan silahkan kau share dia di dunia mayamu. Tapi aku tak begitu. Biarlah perlahan rasa cinta ini memudah tak mencintaimu seperti dulu lagi meski kau masih di hati ini.

"Dulu kau ciptakan rasa nyaman, dan rasa cinta yang mengebu
Dan sekrang kau buat seolah-olah kau tak pernah mengenalku
Apakah cinta itu mudah luntur dihatimu?
Sedangkan aku cintaku masih membersihkan puing-puing badai
Jika kau memang cinta padaku
Belajarlah kau mengendalikan egomu dan belajarlah kau menjadi imam yang baik
Yang akan memimpin wanitamu."

Aku masih bersdiri disini mengamati mu dari jauh
Mengetahuimu dalam keadaan baik sudah senang hatiku.