Selasa, 13 September 2016

Sepi masih teman terbaikku

Ku pikir cinta bisa dikendalikan oleh otakku. Sudah tiga bulan aku berpisah dengannya. Tapi bayangan dirinya di hatiku masih terlihat jelas. Raut wajahnya, senyumnya, tawanya saat dia senag, dan bola matanya ketika sedih.

Aku tak ingin membuatnya menangis, tapi ketika dia meneteskan air mata untukku yang ku tahu dia tulus mencintaiku. Tapi sepertinya air mata yang ia keluarkan dulu hanya kenangan. Dirinya berunah 180 derajat. Dia seperti tak kenal denganku. Bahkan menyapakupun tidak. Aku tak tahu apa salahku padanya. Bahkan aku tak ingin menyimpan dendam untuknya. Karena aku tak mau menyakiti hatiku.

Hatiku sabarlah kau kawan, kelak ada yang lebih baik yang akan sabar menghadapimu dan akan setia di sampingmu sampai akhir hayat nanti. Jangan engkau bersedih janji Tuhan itu ada. Setiap kesulitan akan ada kemudahan. Dan orang yang baik akan mendapatkan yang terbaik. Perbaiki saja dirimu dulu kelak Allah akan memperbaiki jodohmu.

Tiga bulan ini aku kesendirian dan kesepian adalah teman terbaikku. Tapi aku sudah mulai ikhlas melepasnya ketika kami satu bulan berlakhir dulu. Mungkin dia lebih bahagia jika aku tak di sampingnya. Dan aku akan bahagia juga jika dia bahagia.

Pertamanya aku seakan taknpercaya ini terjadi padaku teman. Semua terjadi dalam tempo secepat-cepatnya. Tapi Tuhan lebih tahu yang terbaik untuk kami.

Cinta, cinta itu perlahan masuk ke hati dan ketika hati sudah merasa nyaman dan hati sudah merindu di setiap detik olahan napas di situ lah aku rasa kembang kempis kekuragan oksigen di dadaku daat bertemu dia.

Aku berada di ruabg yang sesak ketika bertemu dengannya. Itu lah cinta, cinta yang dari hati. Tapi jika dia mencintai tak dari hati beberapa detikpun dia akan mudah melupakannmu.

Aku sebenarny binggu apa yang menjadi keretakan sebuah hubungan kita. Apakah ketidak nyamanan saja menjadi tolak ukur? Bagaimana dengan aku? Tak kau berpikir dengan aku? Apakah kau hanya memikirkan hatimu?

Sebulan berpisah kau sudah membuat status yang menjadikan dirimu romantis buat orang lain. Yang dulu posisi itu adalah aku. Jika kau ingin share wanita itu adalah kekasihmu silahkan dan kau ingin jadi pasangan romantis dengannya silahkan aku tak melarang. Dan aku juga bukan siapa-siapa dirimu lagi.

Aku tak mengutuk dirimu aku jug la sudah memafkan diriku. Mungkin hanya diriku sepi saja sejak engkau tak ada. Tapi yakinlah, waktu akan mengobati semua. Silahkan kau dengan cinta barumu jika memang kau ingin mencati cinta baru untuk hatimu. Dan silahkan kau share dia di dunia mayamu. Tapi aku tak begitu. Biarlah perlahan rasa cinta ini memudah tak mencintaimu seperti dulu lagi meski kau masih di hati ini.

"Dulu kau ciptakan rasa nyaman, dan rasa cinta yang mengebu
Dan sekrang kau buat seolah-olah kau tak pernah mengenalku
Apakah cinta itu mudah luntur dihatimu?
Sedangkan aku cintaku masih membersihkan puing-puing badai
Jika kau memang cinta padaku
Belajarlah kau mengendalikan egomu dan belajarlah kau menjadi imam yang baik
Yang akan memimpin wanitamu."

Aku masih bersdiri disini mengamati mu dari jauh
Mengetahuimu dalam keadaan baik sudah senang hatiku.

Tidak ada komentar: