Sayap-sayup terdengar rintihan atap kamarku mulai mereda oleh rintik hujan
Hujan mengigatkan aku tentang kenangan
Kenangan kau dan aku
Kenangan kita berdua yang dulu terasa indah
Tapi entah mengapa sekarNg bak duri dalam sekam
KenAngan indahku banyak bersamamu
Tapi mengapa luka yang satu ini tak bisa ku hilangkan
Bukan kamu yang salah, atau pun aku yang salah
Tapi,,,, mungkin
Terlalu berharap kita bisa menua bersama
Berkeluh kesah bersama dan nantinya akan ada bayi-bayi mungil yang ada di rumah kita
Tapi itu sudah semua harus ku simpan dengan baik pada buku itu
Dan tak perlu membukanya lagi,
Semoga angin dapat membawa hujan beranjak dari kamarku
Aku tak sanggup hujan berlama-lama menerpa kaca kamarku
Semakin ku lihat hujan
Wajahmu yang jauh semakin dekat,,
Silahkan koment dan jika ada saran aku menunggu saranmu sobat. Menulis adalah hobiku semoga kau senang membaca tulisanku dan mohon di rekomendasikan ke teman- temanmu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar